‎Pembukaan Konfercab GMNI Indragiri Hilir ke-V Resmi Digelar, Dorong Lahirnya Kepemimpinan Militan ‎

Kamis, 23 April 2026 | 13:22:38 WIB

‎Tembilahan — Kegiatan Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Indragiri Hilir (Inhil) telah sukses dilaksanakan di Aula Hotel Harmona Inn, Tembilahan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis di Kabupaten Inhil, serta perwakilan organisasi mahasiswa baik dari internal maupun eksternal kampus termasuk kehadiran khusus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Sujahri Somar. Rabu (22/4/2026) 

‎Pembukaan Konfercab secara resmi dilakukan oleh Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar. Dalam sambutannya, ia menyoroti dinamika geopolitik yang hingga kini masih diwarnai konflik berkepanjangan dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dunia.

‎Menurut Sujahri Somar, kondisi global yang tidak stabil menuntut organisasi mahasiswa, khususnya GMNI, untuk mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang militan, tangguh, dan memiliki keberpihakan yang jelas kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa tantangan zaman saat ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berkaitan erat dengan arus besar perubahan global yang membutuhkan respons kepemimpinan yang progresif dan ideologis.

‎“GMNI harus hadir sebagai kekuatan intelektual sekaligus gerakan rakyat yang mampu menjawab tantangan zaman. Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara konseptual, tetapi juga militan dalam perjuangan,” tegas Sujahri Somar dalam sambutannya. 

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Inhil, Rio Febriansyah, menyampaikan sikap politik organisasi secara tegas dan tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa kedekatan dan keharmonisan GMNI Inhil dengan pemerintah daerah maupun aparat tidak boleh ditafsirkan sebagai bentuk kompromi terhadap garis perjuangan organisasi.

‎Rio Febriansyah menekankan bahwa GMNI bukanlah alat kekuasaan, melainkan organisasi perjuangan yang berdiri di atas kepentingan rakyat kecil. “Kami tegaskan, GMNI Inhil tidak akan pernah tunduk pada kekuasaan. Hubungan baik dengan pemerintah adalah bagian dari etika komunikasi, tetapi dalam hal perjuangan, kami tetap tegak lurus bersama marhaen,” tegas Rio dengan lantang.

‎Ia juga menambahkan bahwa GMNI Inhil akan terus menjadi kekuatan kritis, menjaga jarak yang sehat dari kekuasaan, serta memastikan setiap kebijakan yang lahir tetap berpihak kepada rakyat. Baginya, keberpihakan kepada marhaen adalah prinsip yang tidak bisa ditawar dalam situasi apapun.

‎Konfercab GMNI Inhil ke-V ini diharapkan menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang mampu mengakselerasi gerakan GMNI ke arah yang lebih progresif, berpihak pada marhaen, serta adaptif terhadap dinamika zaman.

Terkini