Petani Kelapa se-Inhil Akan Gelar Aksi Perjuangkan Harga Kelapa

Petani Kelapa se-Inhil Akan Gelar Aksi Perjuangkan Harga Kelapa

Indragiri Hilir – Masyarakat Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) mengeluhkan anjloknya harga kelapa yang dinilai telah berdampak serius terhadap perekonomian petani. Harga kelapa yang sebelumnya mencapai sekitar Rp7.000 per butir kini turun hingga sekitar Rp1.700 per butir, sehingga membuat penghasilan petani merosot drastis.

Kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat karena di saat harga kelapa terus menurun, harga berbagai kebutuhan pokok justru mengalami kenaikan. Akibatnya, banyak keluarga petani mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Masyarakat  Kuala Indragiri ( Kuindra) Pracepto berharap kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga kelapa dan memberikan perlindungan kepada petani. Menurut mereka, komoditas kelapa merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat di Inhil sehingga perlu mendapatkan perhatian serius.

"Apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah dalam waktu dekat, petani kelapa se-Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan akan melakukan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan tuntutan agar pemerintah segera mencari solusi atas anjloknya harga kelapa.

Masyarakat juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah saat harga kelapa mengalami penurunan. Mereka berharap perhatian pemerintah tidak hanya muncul ketika harga kelapa tinggi, tetapi juga ketika petani sedang menghadapi kesulitan akibat rendahnya harga jual hasil panen.

"Kami membutuhkan kebijakan yang berpihak kepada petani. Jangan hanya hadir ketika harga kelapa sedang tinggi, tetapi juga saat petani sedang berjuang menghadapi harga yang jatuh," demikian harapan yang disampaikan sejumlah petani.

Berita Lainnya

Index